Jumat, 29 Juli 2016

Praktis Dengan Uang Elektronik

Saat ini kita dihadapkan dengan cara yang serba praktis. Begitu juga dengan cara pembayaran, uang elektronik ini sudah banyak diterapkan pada beberapa fasilitas umum. Cara pembayaran dengan uang elektronik memang memudahkan penggunanya, kita tidak usah repot-repot membawa uang tunai atau menunggu kembalian saat membayar.

Fasilitas umum yang sudah menggunakan uang elektronik ini antaralain adalah untuk pembayaran jalan tol, transjakarta, commuterline dan masih banyak lagi. Selain praktis, penggunaan uang elektronik ini juga menghindari antrian panjang saat membayar dan tidak perlu adanya petugas untuk menerima atau memberikan kembalian.


Dengan peralatan elektronik yang sudah tersimpan dana, nasabah dapat melakukan transaksi di sejumlah pedagang (merchants). Nilai nominal dana yang tersimpan dalam e-money bisa berkurang atau bertambah tergantung pemakaian.
Dan jika sudah berkurang, nilai nominalnya bisa diisi ulang. Pemakaian uang elektronik tak             memerlukan proses otorisasi dan tidak terkait langsung dengan rekening nasabah di bank. Sehingga pembayaran yang dilakukan melalui uang elektronik tidak dibebankan kepada rekening nasabah di bank.
Uang elektronik perlu diisi dulu, baru setelah itu bisa digunakan. Misalnya, bagi penduduk Jakarta, saat naik Transjakarta gunakan uang elektronike-money karena ia tidak lagi melayani pembayaran tunai. Selesai dipakai, uang yang ada di kartu akan berkurang."

Lantas yang banyak ditanyakan, bagaimana cara menggunakan uang elektronik yang aman? 

1. Pastikan dana tersedia di dalam uang elektronik saat Anda melakukan transaksi. Karena pemakaian uang elektronik akan langsung mengurangi nilai yang tersimpan dalam uang elektronik Anda.
2. Pastikan Anda mengambil kembali bentuk fisik dari uang elektronik tersebut setelah pemakaian.
3. Selalu cek jumlah nilai uang elektronik Anda. Hal ini untuk mengantisipasi pemakaian yang tidak dilakukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar