Jumat, 22 Juli 2016
Jenis-Jenis Beras
Selama ini kita cuma tau beras warna putih sama merah. Ternyata jenis beras itu ada beberapa warna. Beras putih, beras merah, beras hitam, beras ketan dan beras coklat. Kandungannya pun berbeda-beda.
Warna beras yang berbeda-beda diatur secara genetic, hal ini dikarenakan perbedaan gen yang mengatur warna aleuron, warna endospermia, dan komposisi pati pada endospermia. Karena hal ini pula lah kita mengenal beras putih, beras merah, beras hitam, dan beras ketan.
Beras Putih. Sesuai dengan namanya beras ini berwarna putih dan sedikit transparan karena hanya memiliki sedikit aleuron, serta kandungan amilosa yang umumnya sekitar 20%. Beras putih paling banyak dicari dan dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.
Jenis-Jenisnya
- Pandan wangi : cirri-cirinya udah pasti wangi seperti daun pandan, bentuk butiran beras sedikit berbentuk bullet dan tidak panjang. Warnanya sedikit kekuningan tidak putih, namun bening. Dan terdapat bagian warna lebih putih dibagian tengahnya.
- Setra Ramos : beras jenis ini paling banyak tersebar di berbagai pasar, karena harganya relative lebih murah. Sebenarnya beras ini pulen jika sudah dimasak saat kondisi beras masih baru dipanen, namun jika beras ini sudah disimpan lebih dari 3 bulan makan akan menjadi perak ketika dimasak. Ciri-ciri beras ini agak panjang dan lonjong, dan tidak mengeluarkan wewangaian apapun.
- Rojolele : memiliki ciri fisik cenderung bulat, memiliki sedikit bagian yang berwarna putih susu, dan tidak wangi seperti beras pandan wangi. Nama Rojolele biasanya dikenal dari Jawa Tengah atau Jawa Timur, namun untuk daerah Jawa Barat dan daerah lain terkadang beras inidikenal dengan Beras Muncul.
- Batang Lembang : beras ini lebih dikenal dengan sebutan Beras Jepang. beras jenis ini dinilai super pulen jika sudah dimasak. Beras ini memiliki cirri-ciri Butir-butir beras panjang, warna beras putih jernih. Dan lain sebagainya.
Beras Merah. Karena aleuronnya mengandung gen yang memproduksi antosianin, dimana penyebab warna merah atau sedikit keunguan. Beras ini hanya sebagain masyarakat yang mengkonsumsinya, karena dipercaya lebih menyehatkan dan sedikit mengandung karbohidrat. Beras ini memiliki ciri-ciri yang mudah dikenali, selain warnanya yang merah kecoklatan kulit ari pada beras tidak terkelupas sehingga diyakini banyak vitamin yang terkandung pada setiap butirnya dan kaya akan serat. Ada trik khusus untuk beras merah agar tidak keras atau perak, yakni rendam terlebih dahulu beras
selama 15-30 menit sebelum dimasak.
Namun mengonsumsi beras merah bermanfaat untuk menjaga jumlah zat besi dalam tubuh yang membantu mengatur gula darah dan insulin. Selain itu, beras merah mengandung vitamin B6 yang penting untuk menyeimbangkan pembentukan serotonin dan sel darah merah yang penting dalam produksi sel DNA.
Beras Hitam ini terbilang cukup langka, dan jarang ditemui di beberapa pasar. Hal ini disebabkan karena aleuron dan endospermia memproduksi antosianin dengan intensitas tinggi sehingga berwarna ungu pekat dan mendekati hitam. Selain sebagai bahan pangan beras hitam juga berfungsi sebagai obat, karena memiliki kadar vitamin, mikroelemen dan asam amino yang lebih tinggi daripada beras biasa. Kandungan antosianin juga berfungsi sebagai anti kanker dan anti aging. Beras ini juga bermanfaat untuk penderita Alzheimer dan diabetes, karena kandungan zat anti-inflamasi dan anti oksidan lebih tinggi dari jenis beras lainnya. Dan yang terakhir adalah beras ketan, beras ketan ini pun umumnya berwarna putih karena hampir seluruhnya merupakan amilopektin. Namun ada juga ketan yang berwarna hitam.
Beras coklat adalah: beras yang hanya dihilangkan sekamnya, namun tidak dipoles menjadi
beras putih. Beras coklat dan beras putih memiliki kandungan kalori, karbohidrat, protein dan lemak yang sama. Yang membedakan hanyalah dengan proses penggilingan beras dengan alat pemoles, lapisan aleuron beras akan hilang.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar